Jumat, 20 November 2015

PSIKOLOGI MANAJEMEN- AIRIA COLLECTION



PSIKOLOGI MANAGEMENT


ANGGOTA :
Aprilia Dwi L (11513206)
Fitriani (13513554)
Rina Astriani S (17513715)
Siti Harianti (18513547)
Sri Wahyuni (18513627)

3PA09
UNIVERSITAS GUNADARMA






DATA
Nama                           : AIRIA COLLECTION
Alamat                        : Jalan H. Dimun 1 kavling bbm asri nlok b no.22 Sukmajaya, Depok.
Phone: 021 77831458
Bidang usaha              : Dagang
Berdiri sejak                : 2013
Jumlah karyawan        : 6 orang

Planning:
1.      Membuat budgeting bulanan, memperkirakan total pendapatan dan pengeluaran dalam satu bulan. Kita juga bisa lihat dan menggunakan patokan dari bulan sebelumnya.
2.      Menentukan SDM yang cocok dan sesuai dengan jabatan dalam perusahaan agar menciptakan tenaga kerja yang optimal, karena SDM sangat berperan penting untuk menjalankan sistem usaha yang sudah dibuat.
3.      Diharapkan semakin bisa memperluas pemasaran produk baik didalam negeri, dengan memperbanyak jaringan reseller produk dan kemudahan pengiriman barang. Mendirikan berbagai store (cabang) diberbagai kota.
4.      Visi:
Menjadi brand busana muslim terbaik dan disukai semua orang.
Misi:
-          Meningkatkan kualitas produk dan pelayanan untuk kepuasan konsumen.
-          Memperluas jaringan distribusi produk.
-          Menjalankan sistem secara konsisten dan meingkatkan nilai saing.
Organizing:
1.      Struktur badan usaha belum efektif.
Kami masih berupaya untuk menambah SDM yang masih kurang.
2.      Sementara hanya ada jabatan:
-          Costumer service : melayani konsumen online dan offline.
-          Stock holder : membuat daftar stok produk dan menghitung serta mencatat barang masuk dan keluar setiap harinya.
-          Packaging : membungkus barang-barang dipesan konsumen dan mengirimkan ke pengiriman barang.
-          Kasir : memegang uang kas dan penjualan offline, mengatur uang kas untuk pembayaran ongkos kirim dan lain-lain.
-          Direktur pemasaran : mengatur dan membuat sistem pemasaran produk semenarik mungkin, mengatur iklan dan promosi-promosi yang diperlukan.
-          Direktur keuangan : memeriksa dan mencatat dana masuk dan keluar setiap jarinya, dan membuat laporan keuangan per akhir bulan, membayarkan gaji dan uang lembur pegawai.

3.      Pemetaan karyawan:

Seleksi karyawan di Airia Collection, dibagi menjadi 3 tahap:

-          Wawancara
-          Test
-          Observasi

a.      Actuating:
1.      Menjalankan sistem yang dibuat secara konsisten dan memperbaiki sistem bila diperlukan apabila terjadi bebagai hambatan dalam pelaksaan.
2.      Dengan cara :
-          Melakukan interview dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui motivasi kerja karyawan.
-          Mencari tahu pengalaman kerja sebelumnya ditempat lain.
-          Mengamati perilaku dan kepribadian karyawan.
-          Melakukan training (pembinaan) kerja.
-          Mengamati tugas yang dikerjakan untuk mengetahui tingkat kemampuannya.



3.      Tindakan yang diambil :
-          Melihat kesalahan yang dilakukan apakah fatal atau tidak. Apabila kesalahan kecil biasanya karyawan ditegur dan di ingetkan kembali utnuk tidak melakukan kesalahan lagi dikemudian hari.
-          Mengubah sistem apabila sistem yang sudah dibuat masih kurang baik
-          Kasus kesalahan pernah :
Pernah terjadi kesalahan dalam penjualan, salah mengitung jumlah pembelian sehingga rugi karena jumlah barang lebih besar nilainya dari jumlah yang dibayarkan.
Tindakan yang diambil adalah menegur karyawan dan menjelaskan kesalahannya, memberikan pengarahan kembali untuk lebih berhati-hati. Menghubungi customer untuk menjelaskan kesalahan perhitungan pembelian dan menagih kembali kekurangan pembayaran, setelah semuanya terbayar, pesanan lalu dikirimkan.

b.      Contoling
1.      -Pengendalian pemasaran dengan memastikan sudah tercapainya target pemasaran dan penjualan, mengukur tingkat perluasan distribusi dan mengevaluasi penyebab masalah dalam pemasaran. Serta mengukur profitabilitas pemasaran.
-          Pengendalian SDM dengan menilai kinerja dan evaluasi kinerja setiap bulannya.
-          Selalu melakukan audit keuangan perbulan.
2.      Tentu, Audit dilakukan secara berkala yaitu setiap seklai sebulan.
Yang diaudit :
-          Laporan penjualan harian
-          Data stok
-          Laporan kas
-          Laporan keuangan
3.      – Memeriksa secara berkala kinerja SDM dalam melayani customer dengan memeriksa seluruh percakapan anatara karyawan dan customer.
-          Memeriksa stok ketersediaan bahan baku, jumlah yang tersedia dan menghitung jumlah yang akan di produksi.
4.      Mengelola dengan menghitung jumlah produksi yang dibutuhkan, dan memeriksa ketersediaan bahan baku, apabila tidak mencukupi untuk produksi maka perlu melakukan penambahan dengan pembelian bahan baku.
5.      - Membuat perencanaan dengan cermat dan tepat.
-          Membuat struktur organisasi sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan keahlian SDM.
-          Memastikan seluruh program terlaksana dan berjalan lancar, dengan selalu melakikan pengawasan dan koreksi kesalahan.
Berikut adalah dokumentasi :


Gambar 1. Proses packaging (membungkus barang-barang dipesan konsumen dan mengirimkan ke pengiriman barang)




Gambar 2. Pemasaran Produk Airia

Gambar 3. Pemaran Produk Airia


Gambar 4: Membuat sistem pemasaran produk semenarik mungkin, mengatur iklan dan promosi-promosi yang diperlukan.


Gambar 4. Proses Pemotretan untuk katalog Airia Collection

Gambar 5. Proses Pemotret untuk katalog Airia Collection
Share:

Sabtu, 28 Maret 2015

KONSEP MENTAL DAN PERKEMBANGANNYA



Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan. 

Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa.

Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.

Tokoh lain yang banyak pula memberikan jasanya pada ranah kesehatan mental adalah Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhan atau pengobatan dalam asylum-asylum tersebut. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Setelah dirawat selama dua tahun, beruntung Beers bisa sembuh.

Di dalam bukunya A Mind That Found Itself, Beers tidak hanya melontarkan tuduhan-tuduhan terhadap tindakan-tindakan kejam dan tidak berperi kemanusiaan dalam asylum-asylum tadi, tapi juga menyarankan program-program perbaikan yang definitif pada cara pemeliharaan dan cara penyembuhannya. Pengalaman pribadinya itu meyakinkan Beers bahwa penyakit mental itu dapat dicegah dan pada banyak peristiwa dapat disembuhkan pula. Oleh keyakinan ini ia kemudian menyusun satu program nasional, yang berisikan:
1. Perbaikan dalam metode pemeliharaan dan penyembuhan para penderita mental.
2. Kampanye memberikan informasi-informasi agar orang mau bersikap lebih inteligen dan lebih human atau berperikemanusiaan terhadap para penderita penyakit emosi dan mental.
3. Memperbanyak riset untuk menyelidiki sebab-musabab timbulnya penyakit mental dan mengembangkan terapi penyembuhannya.
4. Memperbesar usaha-usaha edukatif dan penerangan guna mencegah timbulnya penyakit mental dan gangguan-gangguan emosi.

William James dan Adolf Meyer, para psikolog besar, sangat terkesan oleh uraian Beers tersebut. Maka akhirnya Adolf Meyer-lah yang menyarankan agar Mental Hygiene dipopulerkan sebagai satu gerakan kemanusiaan yang baru. Dan pada tahun 1908 terbentuklah organisasi Connectitude Society for Mental Hygiene. Lalu pada tahun 1909 berdirilah The National Committee for Mental Hygiene, dimana Beers sendiri duduk di dalamnya hingga akhir hayatnya.

Dasar dan Tujuan Mempelajari Kesehatan Mental
Kesanggupan seseorang untuk hidup rela dan gembira bergantung pada sejauh mana ia menikmati kesehatan mental. Kesehatan mental yang wajar adalah yang sanggup menikmati hidup ini, rela kepadanya, menerimanya dan sanggup membentuknya sesuai dengan kehendaknya.

Pemahaman terhadap kesehatan mental yang wajar memestikan akan pengetahuan tentang konsep dasar kesehatan mental, seperti yang telah dijelaskan oleh para psikolog, yaitu motivasi (motivation), pertarungan psikologikal (psychologgical conflict), kerisauan (anciety), dan cara membela diri

Motivasi adalah keadaan psikologis yang merangsang dan memberi arah terhadap aktivitas manusia. Dialah kekuatan yang menggerakkan dan mendorong aktivitas seseorang. Motivasi dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu motivasi primer (biologis) yang mempunyai kaitan dengan dengan proses organik atau yang timbul dari kekurangan atau kelebihan pada sesuatu yang berkaitan dengan struktur organik manusia. Kedua, motivasi sekunder (psikologi) yang jelas tidak ada kaitannya dengan organ-organ manusia.

Pertarungan psikologis adalah terdedahnya (tercegahnya) seseorang kepada kekuatan-kekuatan yang sama besarnya yang mendorongnya kepada berbagai hal dimana ia tidak sanggup memilih salah satu hal tersebut.

Kerisauan, secara umum, adalah pengalaman emosional yang tidak menggembirakan yang dialami seseorang ketika merasa takut atau terancam sesuatu yang tidak dapat ditentukannya dengan jelas. Biasanya keadaan ini disertai perubahan keadaan fisiologis, seperti cepatnya debaran jantung, hilang selera makan, rasa sesak nafas, dan lain sebagainya.

Cara membela diri merupakan cara yang dibuat dan dilakukan oleh seseorang secara tidak sadar untuk menghindarkan dirinya menghadapi pergolakan kerisauan yang dihadapi dan kekuatan-kekuatan yang bertarung dengan nilai-nilai, sikap dan tuntutan masyarakat.

Mempelajari kesehatan pada berbagai ilmu itu pada prinsipnya bertujuan sebagai berikut:
1. Memahami makna kesehatan mental dan faktor-faktor penyebabnya.
2. Memahami pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam penanganan kesehatan mental.
3. Memiliki kemampuan dasar dalam usaha peningkatan dan pencegahan kesehatan mental masayarakat.
4. Meningkatkan kesehatan mental masyarakat dan mengurangi timbulnya gangguan mental masyarakat.

KONSEP SEHAT BERDASARKAN:

1.       Dimensi Emosi
Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya. Dan sehat emosional adalah seseorang yang dapat menjaga atau mengontrol amarahnya ketika dia sedang kesal.    Menurut Goleman emosional merupakan hasil campur dari rasa takut, gelisah, marah, sedih       dan senang.

2.       Dimensi Intelektual
Dikatakan sehat  secara intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik mampu melihat realitas. Memilki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan.

3.      Dimensi Sosial
Sehat yang dimana orang tersebut memiliki jiwa social yang baik. Dapat Nampak baik apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya serta saling toleran dan menghargai.

4.      Dimensi Fisik
Sehat secara fisik yaitu sehat yang orang tersebut tidak mengalami cacat atau sebagainya. Terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

5.      Dimesi Mental
Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.

a.      Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
b.      Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
c.       Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.
Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.

6.      Dimensi Spiritual


Sehat yang sangat penting juga sehat tidaklah hanya jasmani, sehat dalam rohani pun juga sangat penting.Spiritual sehat terlihat dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.
REFERENSI:

 Yustinus Semiun. OFM. 2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta : Kanisius 
Siswanto. S. Psi. Msi. 2007. Kesehatan Mental,Konsep,Cakupan dan Perkembangan. Yogyakarta : Andi.

Share: